Showing posts with label bengkulu. Show all posts
Showing posts with label bengkulu. Show all posts

Wednesday, April 11, 2018

Mini Market Terbaru di Kota Bengkulu: Mart 212

Akhirnya punya kesempatan mengunjungi gerai Mart 212 yang baru dibuka di Kota Bengkulu. Tempat belanja berkonsep mini market ini, bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli barang kebutuhan sehari-harinya.

Konon, mini market ini berawal dari koperasi, lalu berkembang seiring dengan keinginan pengurus dan anggota yang ingin memajukan perekonomiannya.



Lokasinya sangat mudah ditemukan karena tempatnya sangat strategis, persis di pinggir jalan besar. Alamat lengkapnya ada di :
Jalan M.T. Haryono 5A
atau biasa orang Bengkulu menyebutnya di daerah Kampung Bali.

Meskipun tempatnya terkesan kecil, tapi suasananya cukup nyaman untuk berkeliling di antara rak pajangan. Sesama pengunjung tidak akan saling senggol, pokoknya. Barang yang disediakan juga terlihat banyak, jadi pembeli punya banyak pilihan.

Mau belanja, ke Mart 212 aja!

Monday, January 9, 2012

Accommodation in Bengkulu

These are some hotels in cities outside of Bengkulu City. You can open here to see hotels in Bengkulu City.


Curup, Rejang Lebong
  • Villa Hijau (Hotel n Restaurant)
           Jl. Raya Curup - Lubuk Linggau No. 99
           Ph. 0732 - 325333
           HP. 085284430333 - 081368012369 - 081367150533 - 081367187919
  • Villa Homestay Wisata 1
          Jl. Raya Curup - Lubuk Linggau Km. 16 No. 99 (next to Villa Hijau)
          Ph. 0732 - 7000489
          HP. 085758050090
  • Villa Homestay Wisata 2
          Jl. Raya Curup - Lubuk Linggau Km. 16
  • Hotel Bukit Kaba
          Jl. Sukowati
          Ph. 0732 - 21355
  • Hotel Wisata Baru
          Jl. MH. Thamrin
          Ph. 0732 - 24161
  • Hotel Aman Jaya
          Jl. AK. Gani No. 10


Kepahiang
  • Penginapan Mutiara
             Jl. Santoso
  • Guest House Graha Utama, Kabawetan
             Jl. Perkebunan Teh Kabawetan


Muara Amman, Lebong
  • Penginapan Sukma Jaya
             Jl. Pasa Muara Amman
  • Losmen Supoyono
             Jl. Pasar Muara Amman
  • Wisma Bunga Kibut
             Lebong Selatan
  • Hotel Samadiya
            Jl. Pasar Muara Amman


Arga Makmur, Bengkulu Utara
  • Pasir Putih Resort Kemumu
             Jl. Ahmad Yani No. 1
             Ph. 0737 - 521169
             HP. 081377520404
  • Mutiara
             Jl. Sutan Syarir
             Telp. 0737 - 521064
  • Wisma Melur
             Jl. Husni Thamrin
             Ph. 0737 - 521050
  • Kurnia
             Jl. Husni Thamrin No.11
             Ph. 0737 - 521169
  • Losmen Makmur
             Jl. Samsul Bahrun
             Ph. 0737 - 521403
  • Bundaran
             Jl. Sudirman (Bundaran)
  • Marwa
             Jl. Samsul Bahrun
  • Rafflesia
             Jl. Husni Thamrin
  • Pantai Indah
             Jl. Dusun Air Petai, Putri Hijau
  • Penginapan Alam
             Putri Hijau
  • Penginapan Prio
              Desa Kota Bani, Putri Hijau


Bintuhan, Kaur
  • Eka Nurza
            Jl. Bintuhan Kaur Selatan
  • Cantio
            Jl. Bintuhan Kaur Selatan

Tuesday, January 3, 2012

Lost in Curup

Sebenarnya sejak batita saya sudah bolak balik Curup, secara itu adalah kampung halaman papa saya. Ketika nenek saya masih ada kami sekeluarga besar sering ke sana, tetapi saya tidak pernah mengenal dekat kota ini. Tanggal 31 Desember 2011 saya berangkat ke sana. Sendirian. Tidak ada tujuan apa-apa, hanya ingin tahu saja. Dan niat itu semakin kencang setelah mengetahui bahwa minim sekali informasi tentang Kota Curup, ibukota Kabupaten Rejang Lebong, padahal banyak wisatawan yang datang ke Bengkulu ingin 'main' ke sana karena pesona daerah pegunungannya. Info tentang objek wisatanya mungkin banyak, tetapi 'how-to-reach-it' bisa dikatakan tidak ada.

Sabtu pagi saya berangkat ke Terminal Panorama, ke simpang Jalan Manggis tempat mobil L300 jurusan Kepahiang dan Curup mangkal. Ongkos ke Curup Rp20.000 dan yang ke Kepahiang ongkosnya Rp15.000. saya sengaja pergi pagi untuk antisipasi penginapan yang dikhawatirkan penuh. Nasib baik memperkenalkan saya kepada seorang mahasiswi yang juga akan ke Curup, dan ternyata rumah orang tuanya berada di daerah tujuan saya, di sebelah Villa Hijau, penginapan yang saya incar. Saya penasaran dengan penginapan ini karena banyak turis yang selalu menginap di sana setiap ke Curup. Saya jadi tahu bahwa daerah itu dikenal dengan sebutan Danau karena terdapat Danau Mas, objek wisata yang sangat terkenal.

Biasanya mobil akan berhenti di Pasar Atas. Ada baiknya sebelum naik ditanya dulu agar tidak kejadian seperti saya yang hari itu ternyata hanya sampai Simpang Lebong. Dari sana naik ojek lagi Rp3000 (tarif standar) ke Pasar Atas, lalu naik mikrolet biru tujuan Danau, ongkosnya Rp5000. Angkot ini hanya sampai depan danau, kalau mau terus ke Lubuk Linggau, dari Pasar Atas bisa langsung naik angkot kompong, angkot tipe lama, penumpang duduk berhadapan dan harus mengetuk kaca jika akan berhenti.

Sayang, Villa Hijau hari itu fully booked. Akhirnya saya menginap di Villa Homestay Wisata 2, setelah disarankan dari Villa Homestay Wisata 1 yang persis berada di samping VH. Tempatnya tidak jauh dari sana, jalan kaki kurang dari 5 menit ke bawah, sebelum VH. Harga kamar yang saya tempati Rp150.000, lebih mahal Rp20.000 dari kamar standar yang sama di VHW1, katanya sih ukuran kamar di sini lebih besar. Fasilitas hanya yang ada di kamar termasuk handuk dan sabun, tidak ada sarapan, air panas dan pasta gigi. Bagi yang membawa kendaraan bisa dititip di teras belakang. Yang mahal dari daerah ini adalah pemandangannya. Sejauh mata memandang, hanya ada warna hijau. Biasanya ada strawberry, tapi kemarin sepertinya lagi musim tanam kol dan daun bawang.

Bukit Kaba (depan) waktu sore
Kebun sayuran (belakang) waktu pagi
pintu masuk Danau Mas
Setelah beres-beres, siang itu saya bermaksud cari makan di daerah Danau Mas. Katanya sih lumayan dekat kalau jalan kaki, secara bisa kelihatan dari belakang penginapan, tetapi tidak mau mengambil resiko saya naik angkot kompong, ongkosnya Rp2000. Harus cukup sabar menunggu angkot di daerah sini, karena jarang dan terkadang tidak mau menaikan penumpang karena sudah penuh dengan barang.

Saya merasa pusing yang sepertinya karena angin yang bebas masuk dari jendela mobil ketika tadi berangkat, oleh sebab itu saya memilih makan soto ayam pakai lontong seharga Rp9000 yang persis berada di sebelah gerbang masuk Danau Mas. Lumayan untuk ganjal perut. 

Selesai makan saya berjalan ke Danau Mas dan harus membayar tiket masuk Rp2000. Sambil memperhatikan sekeliling saya terpaksa mengenakan sweater karena dingin sekali. Di sini, pertama kalinya saya mencoba flying fox dengan membayar Rp20.000. Awalnya saja degdegan seperti naik rollercoster, tapi hanya sekejap. Setelah itu saya mencoba perahu ketek mengelilingi danau. Seperti perahu di Marina River Singapura, tapi tanpa iringan musik lagu Rasa Sayang Sayange dan penjelasan tentang apa-apa yang diihat di sekeliling danau. Yang terdengar hanya suara mesin perahu. Ongkosnya Rp10.000/orang dan mesti menunggu banyak orang, kecuali dicarter Rp100.000 untuk 5 orang, dengan durasi sekitar 20 menit.

Kepala masih nyut-nyutan. Mau jalan-jalan ke pusat kota khawatir dengan waktu dan sarana transportasinya. Akhirnya sekitar jam 14.30 saya memutuskan kembali ke penginapan. Karena menunggu angkot lama sekali saya bermaksud jalan kaki saja. Di depan warung yang masih berada di dekat danau saya iseng bertanya kepada ibu pemiliknya berapa ongkos ojek kalau mau ke Bukit Kaba. Dia dan seorang pria yang mungkin suaminya itu tidak tahu. Tapi suaminya yang saat itu sedang mengeluarkan motor karena mau membeli air galonan menawarkan mengantar saya ke sana karena mungkin dikiranya saya mau tahun baruan di puncak bukit, tetapi saya tolak dan bilang mau kembali ke penginapan, dan untungnya dia tetap menawarkan mengantar karena dia juga pasti melewati penginapan saya.

jeruk nipis panas
Sengsara sekali saya sore itu. Cemilan yang saya beli rasanya tidak enak, bahkan popmi yang saya pikir akan memberikan kehangatan perut memaksa keluar lagi.

udang goreng tepung saos mentega dan ayam pindang
Malamnya saya memutuskan makan enak di VH. Entah di daerah kotanya, tapi suasana jalan di sini tetap sepi dan dingin. Malam tahun baru saya lewati hanya dengan tiduran sambil menonton film dan menikmati dentuman kembang api. Sayang saya gagal menginap di VH, tampaknya mereka punya acara sendiri karena saya bisa mendengar dan melihat kembang api mereka dari balkon kamar.

Simpang Bukit Kaba
Tanggal 1 Januari 2012 saya bangun kesiangan. Rencana lari pagi ke Danau Mas terpaksa batal. Demi efisiensi waktu dan penasaran, pagi itu saya memutuskan  check out dan mendaki Bukit Kaba. Saya yakin saya tidak akan benar-benar sendiri karena tempat itu bukan lagi monopoli para pendaki gunung atau pencinta alam seperti zaman SMA saya dulu. Dari penginapan saya naik angkot Rp2000 ke Simpang Bukit Kaba.

Posko
Sambil sarapan lontong telur, Rp5000, saya masih berusaha bertanya tentang tarif ojek ke kaki bukit yang oleh warga setempat disebut Camp. Herannya, jawabannya berbeda-beda dari kemarin. Obrolan pagi ini semakin menguatkan tekad saya karena ternyata banyak orang yang ke sana dari pagi tadi, justru malamnya sepi.

Camp
jalan masuk ke bukit
Benar saja, ramai sekali di Camp. Sesaat saya tampak bingung karena akan mendaki bersama siapa dan kemana arahnya. Mata saya menangkap 3 orang anak perempuan yang baru keluar dari tempat semacam posko, langsung saya sapa seorang dari mereka dan minta bergabung, mereka setuju. Maka dimulailah pendakian setelah saya mengisi buku tamu dan membayar Rp2000. Petugas disana juga berpesan untuk mencatat nomor handphone yang bisa dihubungi kalau terjadi apa-apa di atas (sayang, sudah terhapus tanpa sengaja).

Dari obrolan saya jadi tahu bahwa tadi mereka bayar ojek hanya Rp5000 sedangkan saya Rp10.000, tidak bayar apapun di posko dan salah seorang dari mereka baru dari Bukit Kaba seminggu yang lalu.

puncak bukit dan tangga ke kawah
Selama perjalanan sekitar 1,5-2 jam hingga ke puncak saya banyak banyak bertemu pengguna motor. Jalan setapak untuk mendaki sudah terbuat dari koral, hanya sebagian kecil saja jalan tanah yang harus diwaspadai. Tempat ini sudah menjadi tempat piknik, banyak keluarga yang datang dengan anak kecil dan membawa bekal. Walaupun mengganggu, tas yang biasa saya bawa ke kantor hari itu tidaklah begitu membuat saya 'salah kostum'.

Dari puncak bukit, saya melanjutkan perjalanan ke puncak kawah dengan mendaki puluhan anak tangga. Dari sini bisa melihat ke bawah, tempat sumber belerang. Bisa turun mendekat kalau mau, tapi saya tidak. Dejavu, teringat waktu pertama kali ke sini bersama teman-teman IPALA, ekskul pencinta alam SMA yang memperingati 17 Agustus. Sampai di atas saya dan teman-teman baru saya menikmati pemandangan sambil makan siang. Jangan ditanya capek dan puasnya begitu sampai di puncak.

kawah
Sekitar jam 12 kami memutuskan turun. Kalau saja lutut kanan saya tidak bermasalah, saya pasti bisa mengimbangi langkah mereka bertiga, untunglah mereka pengertian. Kesakitan saya membuat posko terasa jauh, dan setelah istirahat sebentar mereka mengajak saya berjalan kaki ke simpang karena tidak ada ojek dari Camp.

Awalnya saya mengajak mereka menunggu ojek yang mengantarkan penumpang, tapi mereka berkeras tidak ada ojek, membuat saya ingin meninggalkan mereka saja dengan nebeng motor yang lewat, sayangnya tidak ada. Saya selalu melihat ke belakang sementara mereka beberapa meter di depan saya. Lalu, dengan sedikit berharap saya melihat ke arah mobil yang mendekat, dan rupanya mobil itu berhenti. Saya berteriak memanggil mereka dan kami pun duduk di bak mobil. Benar-benar gempor kalau mesti jalan kaki ke simpang, dengan kendaraan saja sekitar 10 menitan. Pemilik mobil ternyata keluarga yang kami jumpai di tengah perjalanan turun dari bukit tadi.

Dari Simpang Bukit Kaba saya langsung naik angkot ke Pasar Atas. Dari angkot kelihatan kalau di Suban pasti ramai sekali karena jalan masuknya macet, beruntung tidak jadi ke sana. Sampai di pasar saya tidak melihat ada mobil L300 yang mangkal. Supir angkot asal saja menjawab sewaktu saya tanya, dan ketika bertanya kepada seorang penjual malah dia bilang di sana tidak ada mobil yang ke Bengkulu. Terdesak waktu, saya memutuskan naik ojek Rp3000, bilang ke Bundaran, tempat mobil L300 sering mangkal. Ini adalah daerah yang pasti dilewati kalau mau masuk atau keluar Curup menuju Kepahiang dan Bengkulu. Biasanya mobil tidak menunggu lama karena banyak penumpang di jalan. Kalau lapar, di sini juga banyak tempat makan.

what a perfect way to start up my year...:)

Suggestion Itinerary:
Bengkulu - Bukit Kaba/Danau Mas/Suban :
  Terminal Panorama - Curup (Pasar Atas)    :  Rp20.000
  Pasar Atas - Simpang Bukit Kaba               : Rp5000
  Simpang Bukit Kaba - Camp (ojek)            : Rp5000
                             
  Pasar Atas - Danau Mas                             : Rp5000

  Pasar Atas - Suban                                     : Rp2000

*if the driver stops at Simpang Lebong you can take ojek Rp3000 to Pasar Atas

Bengkulu - Curup (city) : Terminal Panorama - Curup                     :  Rp20.000
You can stop at Bundaran if you want to go to Jl. Sukowati or Jl. Basuki Rahmat (Dwi Tunggal) or you can stop at Simpang Lebong, in middle of main road, Jl. M.H Thamrin and Jl. Merdeka. The sign is traffic light.

Monday, April 11, 2011

Penginapan di Kota Bengkulu

Hotel Berbintang

  • Horizon Grage Hotel

            Jl. Pantai Nala 142 Anggut Bawah
            Telp. 0736-21722
            Fax. 0736-22072

  • Wedika Hotel
        Jl. Kapt. Tendean No. 26 Km. 6,5
              Telp/Fax. 0736-346638

  • Rio Asri

            Jl. Veteran No. 63 Kampung
            Telp. 0736-21952
            Fax. 0736-25728

  • Raffles Hotel

            Jl. Pariwisata Pantai Panjang
            Telp. 0736-27172/25762/25099
            Fax. 0736-25728

  • Hotel Madelin

            Jl. Bhakti Husada No. 88 Lingkar Barat
            Telp. 0736-52777
  • Dena Hotel

            Jl. Fatmawati No. 29 Penurunan
            Telp. 0736-341171
            Fax. 0736-21066

  • Bumi Endah

            Jl. Fatmawati No. 29
            Telp. 0736-21665

  • Putri Gading

            Jl. Sukajadi Ujung Penurunan
            Telp. 0736-26925

  • Puncak Tahura

            Taman Hutan Raya
            HP.0811733383



Penginapan Murah Meriah
X-tra Hotel

1. Hotel Tiara
Jl. Mayjend. Sutoyo No. 96 Tanah Patah
Telp. 0736-21098
Fax. 0736-21096


2. X-tra Hotel
Jl. Mayjend. Sutoyo No. 31 Tanah patah
Telp. 0736-346865/081273005555
Fax. 0736-345974

DM Hotel
3. Samudera Dwinka Hotel
Jl. Sudirman No. 46
Telp. 0736-21604

4. DM Hotel
Jl. Danau
Telp. 0736-349177
HP. 085268359912 (Thamrin)


5. Nusa Indah
    Jl. Danau No 9A Simpang padang Harapan
    Telp. 0736-25540


6. Asahan Guest House
    Jl. Asahan Mo. 22 Padang Harapan
    Telp. 0736-21679


7. Ananda
    Jl. Putri Gading Cempaka No. 51
    Telp. 0736-26657

Tuesday, March 22, 2011

Bengkulu, what's on...?

According to me, Bengkulu is a great place for staying away of touristy place. Thanks for the local government hasn't found yet the bloody formula to develop this resource... Foreigner might have a lot of big fans here cause the local usually really interest to make friend and take a picture with 'bule'...

The icon is the beach, Pantai Panjang. Outside the beach, you just can see the historical monuments as the attractive spot. And most of the spots are free of charge, just pay for the parking service.

Bundaran Simpang Lima


Simpang Lima is the intersection of the main streets in the city. Connecting Soeprato St, Basuki Rahmat St, S. Parman St, Soekarno-Hatta St (Anggut), and Fatmawati St (Penurunan).

Rumah Pengasingan Soekarno
Located on Soekarno-Hatta St and about 20 minutes walking distance from Simpang Lima. It costs Rp2.500 to enter the house, but it's free of charge if you just around the yard. On the Street you also can find the souvenir stores.

Kediaman Ibu Fatmawati
Located on Fatmawati St and just 5 minutes walking distance from Simpang Lima.

Masjid Jamik
Located on intersection among Soeprapto St, Jend. Sudirman St, and Bali St.

Monumen Perjuangan Rakyat Bengkulu
Located on Jend. Sudirman St, next to Bank Indonesia.

Monumen Thomas Parr
Located on Kampung (Chinatown), in front of old market, Pasar Baru Koto, near Governor Palace and Malborough Fort.

Kampung Cina
Benteng Malborough
Located on Kampung, Malborough Fort is side by side Tapak Paderi and Kampung Cina (Chinatown). It costs Rp2.500 to enter the fort.

FYI: Monumen Perjuangan, Thomas Parr, and the fort are close each other. From Soeprato St please take yellow angkot.

Makam Pangeran Sentot Ali Basha
Located on Sentot Ali Basha St, surounded by local cemetery.

Musium
Located on Pembangunan St and costs Rp2.500 to enter. Only open on working hours.

Tabot
You can see this replica almost at every intersection, called Tabot. Tabot is annual event in Bengkulu on 10th Muharam (Islamic calender).

Jalan Soeprapto
Soeprato Street is a main street in Bengkulu City. All angkots (public transportation) pass through this way. It's shopping and hanging out area like Malioboro St. in Yogyakarta, but it has wider space for the walkers and the vehicles.

Mega Mall
Mega Mall is 5 minutes walking distance from Soeprapto St, it's on K.Z. Abidin St, common called Pasar Minggu area. Around this mall is traditional market and PTM (Pasat Tradisional Modern) where you can buy negotiable stuffs.

Bengkulu Indah Mall
Located on Penurunan, BIM is the first mall in Bengkulu City.

Pantai Panjang
Pantai Panjang
Sport Center
Pantai Panjang is right behind BIM. It's long and wide area, so please rent a bike around the sport center, Rp10.000/hour.

Tapak Paderi
Pantai Panjang connects to Tapak Paderi, another sea view to enjoy the sunset with coconut and drill corn.

Pantai Zakat
donut or tyre??
Gorengan Seafood
Tapak Paderi connects to Pantai Zakat, a play area. Beside banana boat, I recommend to play with the tyre. It makes you move with the wave. I don't know what exactly people call it, but I and my friends called 'main ban'. If getting hungry, you can try seafood fries, the sellers walk around the beach.

Danau Dendam Tak Sudah
Lake view
Located on Danau St and about 15 minutes drive from Simpang Lima. Dendam Tak Sudah Lake is preservation area.

Fisherman's boat
Beside for fishing activity, the boats can be hired to Pulau Tikus. Just praying, no life jacket at all. The rate is negotiable, about Rp300.000-500.000/boat return and boat owner will wait as long as you at the island.

Pantai 'Mami'
Located near the port Pulau Baai, I n my friends called this Pantai 'Mami' because it's next to prostitution area. This is the best place to relax and float. My bule friends prefer this beach to Pantai Panjang.




 




Thursday, January 13, 2011

Main ke Bengkulu, yuukk...!!

Bundaran Simpang Lima
Berdasarkan pengalaman saya bertemu dengan orang di luar Pulau Sumatera, ternyata banyak yang tidak mengenal Bengkulu...:( dalam hati bertanya, "emang pada gak belajar geografi, yaa..." Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, memang agak sulit menemukan informasi mengenai Kota Bengkulu, khususnya informasi tentang akomodasi. 

How to Reach Bengkulu??
bis dan pesawat.
Kalau dengan pesawat, dari manapun, pasti transit dulu di Bandara Soekarno-Hatta. Sedangkan kalau dengan bis, tergantung dari mana. Untuk yang tinggal di Sumatera, ada banyak bis dan jasa travel yang menuju Bengkulu, sedangkan yang dari luar Pulau Sumatera, setahu saya, hanya Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta/Malang yang memiliki trayek bis langsung ke Kota Bengkulu.

Dengan bis dari Jakarta menempuh perjalanan sehari semalam, sedangkan dengan pesawat hanya sekitar 55 menit. Selain itu, bandara Bengkulu masih berada dalam kawasan kota, jadi tidak perlu khawatir dengan alat transportasi.

Bila anda memasuki Kota Bengkulu dari Pulau Jawa dengan menggunakan bis, maka akan ada 2 pintu masuk yaitu melalui Liwa atau Lubuk Linggau. Jika melalui Liwa, bis akan melewati Kabupaten Kaur (Bintuhan), Bengkulu Selatan (Manna), dan Seluma. Dan jika melalui Lubuk Linggau, bis akan melewati Kabupaten Rejang Lebong (Curup), Kepahiang, dan Bengkulu Tengah. Melewati Liwa akan lebih cepat sekitar 3 jam daripada melewati Lubuk Linggau. Sedangkan jika anda naik bis dari Padang, maka bisa memasuki Kota Bengkulu dari Lubuk Linggau atau dari Mukomuko.

How to Reach the Downtown...??
taxi/rental mobil
Begitu keluar dari pintu kedatangan (Arrival Gate) di Bandara Fatmawati, kita bisa langsung melihat deretan mobil pribadi seperti Avanza, Inova, Kijang, dan sejenisnya yang berjajar membelakangi pelataran teras bandara, nah itu adalah rentalan mobil yang bisa langsung dinego untuk mengantar langsung ke alamat dengan tarif Rp65.000 atau disewa harian Rp350.000 - Rp400.000 termasuk supir, di luar makan supir dan BBM. Semua itu tetap bisa dinego.

angkot
Terminal Panorama
Yeah, transportasi utama di sini adalah angkot. Tarifnya Rp2000 jauh-dekat. Dari bandara, harus jalan ke luar areal bandara dulu. Tenang... arealnya tidak seluas yang dibayangkan. Dari teras kita sudah bisa melihat jalan raya. Dari sini naik angkot putih, bilang ke supirnya "terminal panorama", dari terminal  tinggal pilih saja warna angkot sesuai tujuan. Kalau tujuan kita belum melewati terminal, kita tetap perlu memberitahu supir daerah tujuan kita hanya untuk memastikan. Dari terminal, semua angkot yang menuju pusat kota akan melewati Pasar Minggu. Walaun sudah dibedakan berdasarkan warna, kita tetap harus memastikan tujuan kita kepada supir karena angkot di sini sangat flexible terhadap keinginan penumpang.
Kuning:
melewati daerah (ini bukan nama jalan) Lingkar Barat, Padang Harapan, Skip, Padang Jati,  Jl. Soeprapto,  dan Kampung China (biasa disebut kampung saja). Ini angkot yang bisa diminta ke pantai panjang, tapak baderi, rumah pengasingan Soekarno, rumah keluarga Fatmawati, dan Benteng Malborough.

Hijau:
melewati daerah Panorama, Tanah Patah, Sawah Lebar, Kampung Bali, Sukamerindu, Rawa Makmur, Universitas Bengkulu, dan terminal Sungai Hitam.

Merah C1:
melewati daerah Panorama, Tebeng, Sawah Lebar (berbeda arah dengan angkot hijau).

Ketiga angkot di atas melewati Pasar Minggu. Di terminal masih ada angkot lain yang berlawanan arah dengan  ketiga angkot di atas.

Biru:
melewati Lingkar Barat, Pagar Dewa dan Bumi Ayu. Angkot ini bisa diminta ke Pelabuhan Pulau Baai.

Merah (C2):
melewati wilayah Timur Indah, Kompi, dan Panorama.

ojeg
ojeg biasanya ada di sekitar komplek-komplek perumahan, persimpangan jalan, dan pasar. Tarif terdekat biasanya Rp3000.

Ke Daerah Lain
Bunga Rafflesia, Februari 2011
Dari Kota Bengkulu kalau mau ke daerah lain bisa dari terminal-terminal berikut:
  1. Terminal Panorama, untuk yang mau ke wilayah Kepahiang, Rejang Lebong (Curup), dan Lebong (Muara Aman). Dari bandara tinggal naik angkot putih dan turun di simpang Jalan Manggis, tempat mobil angkutannya (jenis carry) ngetem. Biasanya ada kondektur yang teriak-teriak. Ongkosnya, terakhir saya ke Curup tahun 2009 masih Rp20.000. Lama perjalanan sekitar 2 jam.
  2. Terminal Betungan, untuk yang mau ke wilayah Kaur, Bengkulu Selatan (Manna), dan Seluma (Tais). Dari bandara atau dari terminal Panorama naik angkot putih ke Terminal Betungan.
  3. Terminal Sungai Hitam, untuk yang mau ke wilayah Bengkulu Utara (Arga Makmur), dan Mukomuko. Dari Pasar Minggu naik angkot hijau ke terminal Sungai Hitam., sedangkan dari bandara harus ke Terminal Panorama dulu untuk naik angkot hijau.
Yang pasti, mau kemana pun tujuan, tetap harus pastikan dulu dengan supir angkotnya.